Monday, February 01, 2010

Pasien prioritas, please deh Dok

Ini cerita yang dialami suami sewaktu melakukan kunjungan ke dokter gigi.


Jumat, 29 Jan 2010 pulang dari kantor suami langsung ke dokter gigi spesialis konservasi gigi berinisial "R" yang saat ini berpraktek di medismart Mataram, untuk melakukan perawatan rutin. Ini adalah kunjungan yang ke-3. Suami sudah daftar via telepon, dan diinfokan dapat giliran no 2. Dokter itu mulai praktek jam 17.30 wita, sementara suami dateng jam 18.20 wita. Saat datang, perawat bilang, pasien no 1 sedang ditangani dokter. Artinya habis ini pasien no 2 dong. Aturannya begitu, sich, tapi ternyata...olalalla

Begitu pasien no 1 keluar, ada seorang ibu dengan PD langsung menyerobot gilrian dan bilang ke suami, "saya duluan ya pak, cuman ganti obat kog. Sebentar". Dan oonnya, si perawatnya diem aja.

Begitu si ibu keluar, eh ada seorang bapak mau menyerobot lagi dan dengan alasan, "saya duluan ya pak, mau berangkat ke bandung". Wah suami marah banget, dan protes ke perawatnya. Akhirnya perawat buka pintu, supaya dokter itu bisa melihat pasien mana yang disuruh masuk. Ternyata, si drg "R" ini menyuruh si Bapak yang mau ke Bandung untuk ditangani duluan. Apakab si bapak ini sebentar? Tidak sama sekali, perawatan bapak ini memakan waktu 40 menit.

Suami betul-betul marah, dan saat ditangani dokternya sudah mengajukan protes. Reaksi dokternya ??? diam saja. Please deh dok, kalo ada pasien prioritas bikin janji ketemu yang lain sehingga tidak mengorbankan pasien yang sudah melakukan daftar. Untuk apa gunanya daftar dong kalau begitu...

Aku termasuk orang yang paling tidak suka jika antrianku diserobot orang lain, apalagi untuk alasan yang gak penting. Kecuali untuk sesuatu yang sangat sangat urgent. Bahkan saat aku hamil, aku tidak pernah meminta perlakuan istimewa. Walau antrian di bank atau atm mengular panjangnya, aku tetap ikut antrian. Walaupun nanti satpam bank menyuruh aku duluan karena melihat aku hamil besar, atau seorang bapak di antrian atm mempersilakan aku untuk duluan *karena liat aku lagi hamil*.

Uppps, aku pernah mendapat perlakuan istimewa, sewaktu akan melahirkan Naqib. Ceritanya, saat itu ada air yang mengalir keluar dari vagina. Padahal usia kehamilan baru 34 minggu, dan warnanya bening. Mengalirnya pun tidak banyak. Karena ragu-ragu, kuputuskan untuk kontrol ke dokter sore itu juga. Saat daftar via telepon, ternyata aku dapet urutan no 21. Duh gimana nih...Akhirnya kuceritakan kondisiku ke perawat bagian daftar, dan dia menyarankan untuk bicara soal kondisiku ke perawat yang jaga depan pintu DSOGnya. Dan memang bener sich, saat aku sampai di tempat praktek DSOG harusnya baru pasien no 7 tapi aku dipersilakan masuk duluan. Ternyata memang banar, air ketubanku tinggal sedikit dan gak boleh banyak gerak lagi. Keluar dari ruang periksa, disuruh pake kursi roda boooo. Malunya minta ampun. dah nyerobot giliran, keluar2 didorong pake kursi roda





1 comments:

Joddie said...

he.he.. bunda Fifi ni ada-ada aja, yag sabar ya mbak.. ^^

btw, di tempatku ada kompetisi artikel nih, simak infonya di http://www.ceritainspirasi.net/anti-korupsi-

blogpost-competition/ ; artikel pemenang akan diterbitkan, sebuah kehormatan tersendiri bagi kami jika bunda Fifie bisa mengikuti kompetisi ini.. tak tunggu yah.. ^^